Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pemetaan drone adalah drone itu sendiri. Ada beberapa kriteria yang setidaknya anda harus kenali sebelum melakukan investasi ke benda terbang ini. Tidak seperti Drone untuk kegiatan foto dan videografi, pemilihan drone untuk pemetaan harus ada beberapa hal yang anda perhatikan, entah drone yang akan anda investasikan itu adalah drone pabrikan atau drone rakitan setidaknya ada beberapa fitur yang harus dimiliki, tentunya diluar sana ada banyak sekali pilihan yang dapat anda gunakan sebagai referensi sehingga anda bisa membuat keputusan yang tepat untuk menginvestasikan dana anda.

Drone Multirotor

Drone Fixed Wing

Multi Rotor atau Fixed Wing

Seperti yang pernah kami bahas di artikel sebelumnya, secara garis besar drone hanya terdiri dari dua jenis yakni Multi Roto dan Fixed Wings. Tidak ada yang lebih baik, kedua duanya memiliki fungsi, kelebihan dan kekurangannya masing-masing tergantung untuk apa tujuan anda menggunakan drone tersebut. Seperti halnya anda menggunakan mobil formula one namun di sirkuit off road, tentu tidak akan maksimal meskipun kita tahu formula one merupakan mobil yang sangat cepat namun karena tidak digunakan pada tempat yang harusnya maka kekuatannya tidak akan maksimal, begitu pula drone.  Anda tentu bisa mendapatkan area pemetaan yang luas dengan menggunakan drone jenis fixed wing, lalu apakah anda bisa juga mendapatkan video udara yang stabil dan dinamis dengan menggunakan fixed wing ? tentu saja drone jenis multi rotor akan lebih mumpuni untuk masalah video.

Multi Rotor

Drone jenis multi rotor memiliki penggerak propeller lebih dari satu yang memungkinkan drone untuk hover di udara, drone tipe ini juga tentunya memiliki flexibilitas maneuver yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan drone jenis Fixed Wings. Drone multirotor biasanya memiliki beberapa jenis istilah berdasarkan dari banyaknya motor yang dimiliki.

  1. Quadcopter – bila drone memiliki 4 buah motor
  2. Hexacopter – bila drone memiliki 6 buah motor
  3. Octocopter – bila drone memiliki 8 buah motor

Motor-motor tersebut akan bekerja sama secara bersamaan dan memberikan tingkat dorongan yang menyesuaikan dengan lingkungannya sehingga drone bisa tetap stabil saat terbang.

Keuntungan

Memiliki lebih dari satu baling-baling, drone jenis multirotor ini tentunya memiliki beberapa kelebihan seperti

  1. Mudah digunakan – Semisal seseorang yang benar-benar awam belajar untuk menerbangkan sebuah drone,  saya rasa orang tersebut akan lebih cepat menguasai drone multirotor bila dibandingkan dengan drone fixed wing.
  2. Murah – dewasa ini banyak pabrikan yang merilis berbagai jenis drone multirotor dengan harga terjangkau namun menawarkan fitur yang powerful, drone pabrikan seperti ini biasanya sudah dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi yang disematkan disebuah gimbal, gps, smart mode dan berbagai fitur yang tentunya sangat memberi keuntungan kepada user.
  3. Flexibilitas Dalam Manuever – Memiliki 4 motor atau bahkan lebih, tentunya memberikan flexibilitas kepada sang pilot dalam melakukan maneuver untuk kebutuhan pengambilan gambar.
  4. Compact – Drone jenis multirotor biasanya memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, bahkan dewasa ini sudah banyak bermunculan drone jenis ini yang memiliki ukuran tidak jauh berbeda dari sebuah iphone namun seperti yang kami katakan sebelumnya memiliki fitur yang cukup powerful.
  5. Payload – Beberapa drone jenis multirotor juga dibekali dengan kemampuan untuk mengangkat kamera yang memiliki bobot berat seperti kamera jenis mirrorless dan bahkan kamera sinema sekalipun.

Kekurangan

Selain beberapa kelebihan diatas, tentunya drone jenis multirotor ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti

  1. Stabilitas ketika angin – Meski dibekali dengan motor yang cukup kuat, namun ketika dihadapkan dengan kondisi angin yang kencang akan sangat mempengaruhi stabilitas drone dengan jenis multirotor ketika sedang dalam pengambilan foto.
  2. Jangkauan – Ini adalah hal lain yang harus anda perhatikan saat akan menginvestasikan uang anda membeli sebuah drone untuk pemetaan.  Drone jenis multirotor biasanya dibekali dengan sebuah baterai yang normalnya hanya akan tahan antara 15 – 25 menit dengan kondisi normal di udara. Ketika anda memutuskan untuk membeli drone jenis multirotor ini untuk kebutuhan pemetaan, anda juga harus menginvestasikan budget untuk membeli baterai.
  3. Perintah Memotret – meski misi terbang telah diupload di dalam drone, perintah memotret tetap berada di remote & handphone, maka dari itu anda harus terus memastikan sinyal remot dan drone tetap terhubung agar misi terbang  dan perintah memotret tetap berjalan. Jika terputus, drone tetap akan menjalankan misi terbangnya namun tidak melakukan pengambilan foto.

Fixed Wing

Tidak seperti multirotor, drone jenis fixed wing memiliki bentuk yang mirip dengan pesawat penumpang komersial yang banyak kita lihat di bandara. Biasanya drone jenis fixed wing ini dilengkapi dengan satu buah motor dan dua buah sayap yang akan mengkompensasi beratnya ketika diudara hal ini memungkinkan pesawat tetap terbang di udara.

Keuntungan

  1. Jangkauan – Satu baterai di sebuah drone dengan jenis fixed wing umumnya dapat terbang lebih lama dari drone jenis multirotor. Untuk memetakan area yang luas, ini dapat menghemat waktu anda tidak harus landing, ganti baterai, kemudian melanjutkan misi terbang. Fixed wing dapat menyelesaikan misi terbang jauh lebih luas dibandingkan dengan multirotor dalam satu baterai.
  2. Stabilitas – Desain drone dengan jenis fixed wing memberikan stabilitas yang lebih tinggi saat terbang dengan angin yang tinggi, beberapa area terkadang memiliki curah angin yang lebih kencang dan ini sangat menguntungkan jika anda memiliki drone yang lebih stabil saat melakukan pemetaan.
  3. Drone dengan jenis fixed wing idealnya memiliki memori di dalam sistem autopilot mereka, sehingga ketika signal dari remote ke UAV hilang, drone dengan jenis fixed wing bisa tetap melanjutkan misi terbang, karena jalur terbang dan perintah untuk memotret sudah tersimpan semuanya di dalam memori tersebut

Kekurangan

  1. Take Off & Landing Area – Idealnya drone dengan jenis fixed wing membutuhkan area untuk melakukan take off dan landing. Namun dewasa ini telah banyak bermunculan drone fixed dengan fitur vertical take off & landing atau yang lebih dikenal dengan V-Tol.
  2. Lebih Mahal – Bila dibandingkan dengan drone jenis multirotor, biasanya drone dengan jenis fixed wing dijual dengan harga yang lebih mahal, namun dengan berbagai kelebihannya, jika memang pekerjaan anda membutuhkan fiturnya, investasi ini akan memberikan ROI yang sepadan.
  3. Lebih sulit diterbangkan – Tidak seperti drone jenis multirotor, drone dengan jenis fixed wing lebih menantang untuk diterbangkan dan butuh waktu sedikit lebih panjang untuk terbiasa.
  4. Ukuran Lebih Besar – Drone dengan jenis fixed wing umumnya memiliki kotak penyimpanan yang memakan lebih banyak space di dalam bagasi pesawat atau mobil anda saat melakukan perjalanan.

Perhatikan Kebutuhan Pekerjaan Anda

Semahal apapun drone yang anda beli, akan tidak terasa manfaatnya jika tidak memenuhi kebutuhan pekerjaan anda. Perhatikan kembali ruang lingkup pekerjaan anda sebelum membeli drone. Seperti yang dikatakan sebelumnya, formula one tidak akan melesat cepat di jalur off road, jadi bukan seberapa mahal tapi seberapa cocok untuk pekerjaan yang biasa anda lakukan.

Demikian artikel “Bagaimana Memilih Drone Untuk Pemetaan” ini, semoga bermanfaat.